<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="901">
<titleInfo>
<title>PENGARUH KADAR POLYPLASDONE XL-10 TERHADAP KARAKTERISTIK DAN LAJU DISOLUSI Orally Disintegrating Tablets (ODT) MELOKSIKAM YANG DIBUAT DENGAN PENGIKAT PVP K-30 1% DENGAN METODE GRANULASI BASAH</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SYLVIA RIZKI RAMADHANI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm></place>
<publisher>Prodi Farmasi Universitas Hang Tuah Surabaya</publisher>
<dateIssued>2019</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvi, 107p.; ill.; tab.; 21cm</extent>
</physicalDescription>
<note>ODT merupakan tablet yang penggunaannya diletakkan didalam rongga mulut, yang mana tablet hancur dan larut dalam waktu kurang dari 1 menit tanpa dikunyah dan tanpa menggunakan air. Untuk menghasilkan sediaan ODT, maka diperlukan superdisintegran. Tujuan penelitian ini ialah membandingkan karakteristik dan laju disolusi ODT meloksikam, dengan perbedaan kadar polyplasdone XL-10 sebagai superdisintegran sebesar 5% (F1) dan 15% (F2) dan PVP K-30 1% sebagai bahan pengikat. Metode pembuatan ODT meloksikam dengan metode granulasi basah. Pada Hasil pengamatan karakteristik ODT didapakan kerapuhan pada F1 (5%) yang tidak memenuhi persyaratan yaitu 1.26%. Peningkatan kadar polyplasdone menyebabkan meningkatnya kekerasan dan waktu pembasahan serta menurunkan waktu hancur dan laju disolusi. Analisis statistik dengan uji t bebas menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan waktu hancur yang bermakna pada kedua formula, tetapi menunjukkan perbedaan yang bermakna pada ED30 dengan nilai α=0.001 dan slope dengan nilai α=0.011. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa karakteristik dan laju disolusi yang memenuhi persyaratan terdapat pada F1 (5%), meskipun kerapuhannya masih belum dapat dikendalikan, hal ini dapat diatasi dengan penggunaan blister sebagai kemasan primernya.

Kata kunci : ODT, Meloksikam, Polyplasdone XL-10, PVP K-30, Granulasi Basah</note>
<classification>6B.S-Far</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS FARMASI - UNIVERSITAS HANG TUAH Jl. Arief Rachman Hakim 150 , Surabaya 60111 Telp: (031) 5945864, 5945894 Fax : (031)  5946261 , Web. www.hangtuah.ac.id</physicalLocation>
<shelfLocator>6B.S-Far Ram p 46-19</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">FARM46-6B.S/Far-2019</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpus Farmasi (Rak Skripsi)</sublocation>
<shelfLocator>6B.S-Far Ram p 46-19</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>46-19.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>901</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-08-27 12:56:38</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-10-10 12:40:29</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>